Ilustrasi perbedaan kabel CCA dan tembaga murni
Ilustrasi perbedaan kabel CCA dan tembaga murni
Belakangan ini banyak kabel murah beredar di pasaran. Beberapa user yang kami temui juga mengalami berbagai masalah pada jaringan.
Banyak yang mengira gangguan pada jaringan, CCTV, atau telepon berasal dari perangkat. Padahal setelah ditelusuri, penyebabnya sering justru dari kabel yang digunakan seperti koneksi tidak stabil, kamera restart, atau suara berisik sering terjadi karena penggunaan kabel CCA atau CCS.
Berikut penjelasan singkatnya:
Keduanya dibuat untuk menekan harga, namun kualitasnya di bawah tembaga murni.
Gunakan kabel tembaga murni untuk:
CCA hanya untuk jarak pendek dan kebutuhan non-kritis.
Selain pengalaman di lapangan, hal ini juga didukung oleh spesifikasi dari pabrikan kabel itu sendiri:
Pada beberapa datasheet kabel CCA, biasanya tertulis masih mendukung hingga 1000Mbps (Gigabit). Namun ada catatan penting yang sering tidak diperhatikan (lihat lampiran di akhir bagian artikel):
Artinya, walaupun secara teori bisa digunakan untuk jaringan gigabit, kabel CCA tidak dirancang untuk digunakan pada jarak penuh seperti kabel tembaga murni.
Dalam praktik di lapangan:
Berbeda dengan kabel tembaga murni yang tetap stabil hingga 100 meter sesuai standar.
Kesimpulannya, bahkan dari sisi pabrikan sendiri, kabel CCA memang ditujukan untuk penggunaan terbatas, bukan untuk instalasi profesional.
Kabel CCA/CCS memang lebih murah, tapi berisiko menyebabkan:
Gunakan kabel tembaga murni untuk hasil yang stabil dan profesional.
Pemilihan kabel yang tepat sejak awal akan menghindari banyak masalah di kemudian hari.
Berikut contoh spesifikasi dari salah satu kabel CAT5e CCA:
Pada spesifikasi terlihat adanya catatan penggunaan terbatas (restricted length) dan tidak direkomendasikan untuk PoE