Mengapa Tidak Disarankan Menggunakan Kabel CCA atau CCS?

Perbedaan kabel CCA dan kabel tembaga murni

Ilustrasi perbedaan kabel CCA dan tembaga murni

Latar belakang

Belakangan ini banyak kabel murah beredar di pasaran. Beberapa user yang kami temui juga mengalami berbagai masalah pada jaringan.

Banyak yang mengira gangguan pada jaringan, CCTV, atau telepon berasal dari perangkat. Padahal setelah ditelusuri, penyebabnya sering justru dari kabel yang digunakan seperti koneksi tidak stabil, kamera restart, atau suara berisik sering terjadi karena penggunaan kabel CCA atau CCS.

Berikut penjelasan singkatnya:

Apa itu CCA dan CCS?
  • CCA (Copper Clad Aluminum): inti aluminium dilapisi tembaga
  • CCS (Copper Clad Steel): inti baja dilapisi tembaga

Keduanya dibuat untuk menekan harga, namun kualitasnya di bawah tembaga murni.

Mengapa tidak disarankan?

1. Sinyal tidak stabil
  • Resistansi lebih tinggi
  • Data sering drop
  • Suara telepon kurang jernih
2. Bermasalah untuk PoE
  • Tegangan mudah turun
  • Kabel lebih panas
  • Dampak:

  • Kamera sering restart
  • Access Point tidak stabil
3. Jarak lebih pendek
  • Standar Cat5e: 100 meter
  • CCA sering bermasalah di atas 50–70 meter
4. Mudah rusak
  • Lebih rapuh
  • Mudah patah saat instalasi
5. Dampak pada telepon
  • CCA masih bisa untuk jarak pendek
  • CCS kualitas suara lebih buruk
  • Tembaga tetap paling stabil

Cara membedakan

  • Warna inti:
    • Tembaga: merah/oranye
    • CCA: putih/silver
  • Berat: kabel tembaga lebih berat
  • Label: cari “Solid Copper”, hindari CCA / Aluminum

Rekomendasi

Gunakan kabel tembaga murni untuk:

  • CCTV IP
  • Access Point
  • Jaringan kantor
  • PBX / VoIP

CCA hanya untuk jarak pendek dan kebutuhan non-kritis.

Selain pengalaman di lapangan, hal ini juga didukung oleh spesifikasi dari pabrikan kabel itu sendiri:

Apa kata pabrikan tentang kabel CCA?

Pada beberapa datasheet kabel CCA, biasanya tertulis masih mendukung hingga 1000Mbps (Gigabit). Namun ada catatan penting yang sering tidak diperhatikan (lihat lampiran di akhir bagian artikel):

  • “Restricted length cable runs” (hanya untuk jarak terbatas)
  • Tidak direkomendasikan untuk PoE

Artinya, walaupun secara teori bisa digunakan untuk jaringan gigabit, kabel CCA tidak dirancang untuk digunakan pada jarak penuh seperti kabel tembaga murni.

Dalam praktik di lapangan:

  • 30–50 meter → masih relatif aman
  • 50–70 meter → mulai tidak stabil
  • Di atas itu → sering terjadi drop atau gangguan

Berbeda dengan kabel tembaga murni yang tetap stabil hingga 100 meter sesuai standar.

Kesimpulannya, bahkan dari sisi pabrikan sendiri, kabel CCA memang ditujukan untuk penggunaan terbatas, bukan untuk instalasi profesional.

Kesimpulan

Kabel CCA/CCS memang lebih murah, tapi berisiko menyebabkan:

  • Gangguan jaringan
  • Performa turun
  • Biaya perbaikan berulang

Gunakan kabel tembaga murni untuk hasil yang stabil dan profesional.

Penutup

Pemilihan kabel yang tepat sejak awal akan menghindari banyak masalah di kemudian hari.

Lampiran

Berikut contoh spesifikasi dari salah satu kabel CAT5e CCA:

Datasheet kabel CAT5e CCA menunjukkan keterbatasan panjang dan tidak direkomendasikan untuk PoE

Pada spesifikasi terlihat adanya catatan penggunaan terbatas (restricted length) dan tidak direkomendasikan untuk PoE

Scroll to Top